Chat

wa

Jumat, 09 Oktober 2020

Cara Pemasangan sensor suhu RTD dan Temperature Controller

 

 
Bagaimana cara memakai RTD buat mengukur suhu?
Untuk dapat melihat hasil pengukuran Suhu (Temperatur) dengan menggunakan sensor suhu RTD, Tentunya kita harus mempersiapkan beberapa komponen, antara lain:
 
*Sebuah RTD sensor
RTD yang banyak digunakan adalah RTD PT 100 tiga wire
RTD PT 100 3 Wire, merupakan RTD yg memiliki nilai resistan sebanyak 100 Ohm pada suhu 100?C, dengan tiga kabel. 
 
*Temperature Controller
*Kabel 3 x 1,5mm dan 3x0,5mm (Non Screen dan Screen Cable)
 
Cara pemasangan sensor suhu RTD dan Temperature Controller
- Pasang Sensor RTD pada loka atau benda yang akan diukur, kemudian pasang kabel-kabel dalam terminal RTD.
- Pasang Temperature Controller dalam loka yang anda inginkan buat bisa dengan gampang melihat tampilan output pengukuran suhu.
- Pasang ketiga kabel tersebut pada terminal yg tersedia pada Temperature Controller
- Pasang ujung kabel lainnya pada terminal kabel yg tersedia pada Temperature Controller.
- Pastikan posisi kabel yang terpasang pada terminal RTD sudah sinkron menggunakan posisi pemasangan kabel pada terminal Temperature Controller.
- Lalu, sesuaikan pengaturan yg terdapat pada Temperature Controller dengan jenis RTD yang anda gunakan.

Dari Gambar diatas, bisa kita lihat, cara penyambungan RTD 3-Wire ke Terminal kabel yg ada dalam Temperature Controller.

RTD yg digunakan diatas merupakan RTD 2xPt100, sebagai akibatnya terdapat 3 terminal lagi yg juga bisa dipakai buat pelaksanaan controller lainnya, namun dalam prinsipnya cara penyambungan kabel Pt100 dengan 2xPt100 adalah sama, selama RTD yang digunakan adalah tipe tiga-Wire.

RTD 2xPt100 merupakan terdapat 2 sensor Pt100 didalam satu RTD tadi. 

Dan untuk mengetahui terminal pada Temperature Controller, biasanya sudah tertulis kode yang bertuliskan RTD, sebagai contoh disini terminal yag digunakan adalah Terminal 9,10,11. Untuk Temperature Controller yang berbeda mungkin akan memiliki kode nomor terminal kabel yang berbeda, namun biasanya pada setiap Temperature controller akan menuliskan kode Input sensor untuk RTD atau untuk TC (Thermo Couple).

Pengaturan dalam Temperature Controller

Temperature Controller harus diadaptasi atau disetting terlebih dahulu agar dapat membaca frekuwensi Resistan yg dikirim RTD sensor, & kemudian melakukan perbandingan nilai resistan dari RTD buat diubah menjadi tampilan output pengukuran yg sinkron dengan suhu benda diukur, berupa Suhu skala Celcius atau Fahrenheit.

  • Memasukkan data "Input Sensor"
Pertama masukkan data Sensor RTD yang digunakan ke dalam menu pengaturan Input sensor selection pada Temperature Controller.

Sebagai Contoh:

Jika RTD sensor yang anda gunakan adalah Pt100, maka sesuaikan pengaturan pada Temperature Controller dengan memilih Input Sensor Range Pt100.

  • Memasukkan data "Sensor Rangedanquot;
Kemudian sesuaikan juga pengaturan nilai suhu minimum dan maksimum (Sensor Range) RTD pada Temperature Controller.

Sebagai Contoh:

Jika RTD yang anda gunakan memiliki Sensor Range -200...600⁰C, maka sesuaikan pengaturan Sensor Range Scale pada Temperature Controller.

Scale High Limit -200?C, dan Scale Low Limit 600?C.

  • Memasukkan data "Unit"
Sesuaikan juga Unit temperature yang ingin ditampilkan.

Sebagai Contoh:

Jika anda ingin agar Temperature Controller menampilkan suhu dalam skala Celcius maka pilih pengaturan Unit ⁰C, jika anda ingin menampilkan suhu dalam skala Fahrenheit maka pilih pengaturan Unit ⁰F.

Demikianlah sedikit penjelasan bagaimana cara pemasangan RTD dan Temperature Controller buat aplikasi pengukuran Suhu (Temperatur).

Selain buat pengukuran suhu, Temperature Controller jua dapat pada aplikasikan buat sistem otomatis dengan memanfaatkan fitur-fitur tambahan (Output) yang terdapat dalam masing-masing Temperature Controller, seperti Alarm Output, relay Output, Digital Output juga Analog Output (4-20mA).

Semoga Bermanfaat !!!



JAVA CABLE CENTER
The center of your cable solution 
Kami menyediakan aneka type kabel RTD,silahkan hubungi marketing kami ya..

Contact Marketing
WhatsApp 085717174000  
 

Rabu, 07 Oktober 2020

Kabel 4 Besar, Isu atau Fakta?


 


Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Kabel 4 Besar?

Beredar di masyarakat bahwa untuk menentukan penggunaan kabel pada sebuah industri ataupun perumahan harus mengacu pada kabel 4 besar. Pada realitanya acuan 4 besar bukan merupakan standar baku yang ditetapkan pemerintah atau pihak terkait lainnya. Hanya berdasar isu yang beredar di masyarakat tanpa didukung dengan fakta dan data.

Pada dasarnya pemerintah sendiri mengawasi mutu produk kabel lewat sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang hanya bisa didapat jika produk kabel tersebut sudah lolos dari berbagai proses pengujian. Tujuannya untuk meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja dan masyarakat lainnya baik untuk keselamatan, keamanan, kesehatan maupun kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Begitu melekatnya status kabel 4 besar di masyarakat justru berdampak pada kurangnya perhatian masyarakat seputar kualitas dan eksistensi sebuah proses perjalanan panjang untuk menghasilkan produksi kabel bermutu.

Hal Ini sudah tidak relevan, apalagi ada beberapa pabrik kabel yang pada umumnya dikenal masuk dalam daftar kabel 4 besar tersebut sudah tidak beroperasi lagi.

Bijaklah dalam memilih kabel , semoga bermanfaat !!!